VISI : “ TERWUJUDNYA GENERASI CERDAS, BERILMU, DAN BERAKHLAKUL KARIMAH”

MTs Negeri Tanjung Selor

Guru dan Staf

MTs Negeri Tanjung Selor

Upacara Hari Senin

MTs Negeri Tanjung Selor

Kunjungan Bupati Bulungan Pada Pekan Budaya Birau 2012 di Stand Pameran Jajaran Kemenag Kab. Bulungan

MTs Negeri Tanjung Selor

Jl. Kolonel Soetadji (Kompleks Masjid Agung Tanjung Selor

MTs Negeri Tanjung Selor

Masa Orientasi Siswa (MOS) Siswa baru angkatan 2009

MTs Negeri Tanjung Selor

Perpustakaan adalah gudang ilmu

MTs Negeri Tanjung Selor

Pelepasan Siswa Kelas 9 Alumni Tahun 2011

MTs Negeri Tanjung Selor

Prestasi Siswa Pementasan Tari

MTs Negeri Tanjung Selor

Kaligrafi di setiap ruang kelas

MTs Negeri Tanjung Selor

Masa Orientasi Siswa (MOS) Siswa angkatan 2010

MTs Negeri Tanjung Selor

Kunjungan (Monitoring) Irjen dari Jakarta tahun 2010

MTs Negeri Tanjung Selor

Karnafal Birau Bulungan 2010

MTs Negeri Tanjung Selor

Guru dan Siswa

MTs Negeri Tanjung Selor

Berpose sebelum mengikuti Ujian Nasional tahun 2010

MTs Negeri Tanjung Selor

Berpose sebelum mengikuti Ujian Nasional tahun 2010

MTs Negeri Tanjung Selor

Berpose di Hari Kartini bersama wali kelas

MTs Negeri Tanjung Selor

Hari Kartini di Madrasahku

MTs Negeri Tanjung Selor

Kegiatan Belajar

MTs Negeri Tanjung Selor

Senam Jum'at Pagi

Selasa, 16 Februari 2016

Kisah Orang Tua Siswa

KISAH NYATA
Bikin Merinding! Hadiri Rapat Orang Tua Murid, Berpakaian Lusuh, Ucapannya Bikin Semua Orang Malu..
Pukul 9 di hari Sabtu, orang tua murid mulai masuk ke dalam ruangan kelas di sekolah. Beberapa orang tua terlihat penuh sopan santun, ada juga orang tua yang kelihatannya sombong, ada juga yang terlihat sangat berhati-hati.
Pada saat guru mulai menutup pintu dan mulai berbicara, pintu yang baru saja ditutup terbuka kembali perlahan-lahan, seorang pria paruh baya, badannya kotor penuh dengan debu muncul dibalik pintu. Dengan wajah yang tersenyum dia meminta maaf karena datang terlambat.
Ilustrasi
Kehadirannya menarik perhatian orang tua murid lainnya. Dia mengenakan pakaian kerja yang sudah luntur serta penuh bercak cat. Celananya pekat dengan debu, dia memakai sepatu boot yang penuh dengan lumpur. Dia kelihatan seperti baru pulang dari kerja bangunan.
Guru itu berkata: "Permisi, Bapak siapa?"
Pria paruh baya itu berkata: "Saya ayahnya Aminudin"
Guru itu terlihat kaget, tapi segera meminta pria itu menandatangani buku kehadiran.
Ayah dari Aminudin dengan muka yang tertunduk berkata: "Maaf, Pak Guru, saya tidak dapat membaca dan menulis..."
Para orang tua murid lainnya terdengar ada yang mulai menertawakan,
Sang guru tersebut pun berkata: "Tidak apa-apa, saya yang akan membantu Bapak tanda tangan."
Kemudian guru tersebut mulai menjelaskan, tujuan diadakannya rapat orang tua murid adalah supaya setiap orang tua dapat saling berbagi pengalaman tentang bagaimana cara mendidik anak serta kesannya selama mendidik anak.
Ada 2-3 orang tua murid membagikan pengalaman mereka dalam mendidik anak-anak mereka, yaitu bagaimana mereka mendidik anak mereka dengan ketat, supaya mereka mau menulis pr mereka, membantu anak-anak mereka mencarikan guru les tambahan, dll.
Pada saat guru tersebut meminta ayah dari Aminudin untuk berbicara, ia memperkenalkan, "Aminudin adalah seorang murid teladan dengan nilai terbagus di kelas. Pelajaran matematika selalu beroleh nilai terbaik, ia tidak pernah terlambat, selalu bersikap baik terhadap teman-temannya. Mari sama-sama kita
dengarkan bagaimana ayah dari Aminudin mendidik anaknya."
Tidak sedikit orang tua murid lainnya tampak kaget. Bapak yang tidak terpelajar namun mempunyai anak yang hebat. Ayah Aminudin dengan agak sedikit canggung mulai berjalan ke depan. Ia sedikit tertunduk, tidak begitu berani menatap mata para orang tua murid lainnya. Ini perkataannya:
Saya hanya suka melihat anak saya mengerjakan PR nya. Setiap kali sepulang kerja, tidak peduli seberapa capeknya saya, saya pasti akan duduk di samping dia untuk melihatnya mengerjakan PR yang ada.
Suatu hari, anak saya bertanya kepada saya,
"Ayah, setiap hari melihat saya mengerjakan PR, apa Ayah mengerti apa yang saya kerjakan?"
Saya berkata "Ayah tidak mengerti."
Kemudian anak saya bertanya: "Ayah, jika Ayah tidak mengerti bagaimana Ayah tahu saya mengerjakannya dengan benar atau tidak?"
Saya berkata: "Jika kamu mengerjakannya dengan cepat, maka Ayah tahu bahwa soal ini sangat mudah; jika kamu menyalakan kipas angin, mengambil minum, maka Ayah tahu bahwa soal tersebut susah."
Saya seorang buruh bangunan. Suatu kali saya mengangkat wajah saya dan melihat bangunan tinggi yang saya bangun, saya bertanya kepada anak saya, apakah kamu mau tinggal di rumah yang tinggi, yang besar, rumah yang indah? Mengendarai mobil bagus? Anak saya menganggukkan kepalanya. Saya berkata: "Oleh karena itu kamu harus belajar dengan baik."
Saya tidak sekolah, tidak dapat membaca dan menulis, saya tidak tahu bagaimana cara-cara hebat mendidik anak. Saya hanya suka bercakap-cakap dengan anak saya. Anak saya senang jongkok di samping saya pada saat saya bekerja. Saya tidak memberikan uang jajan kepada anak, ia tidak bermain internet, juga tidak belanja macam-macam. Dia sering di rumah membantu saya mencuci pakaian.
Setelah selesai berbicara, dia membungkuk untuk memberikan hormat kepada sang guru! Orang tua murid lainnya terpaku tak bergeming, hati mereka sangat tersentuh oleh perkataannya. Ayah ini meskipun tidak mempunyai pendidikan yang tinggi dan tidak dalam keadaan ekonomi yang cukup, tetapi ia sangat hormat kepada guru. Dia juga senang menemani anaknya. Ini adalah caranya bagaimana dia berhasil dalam mendidik anak!
sumber: https://akhirzamanduniaku.blogspot.com

Selasa, 01 Desember 2015

Perayaan Hari Guru

Meski hari guru telah lewat tanggal 25 Nopember kemarin, namun di Tanjung Selor perayaannya baru dilaksanakan 5 hari berikutnya, apel peringatan hari guru digabung dengan korpri dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Kab. Bulungan yang dipimpin langsung oleh Pj. Bupati Bulungan.
Demikian halnya di MTs Tanjung Selor perayaan hari guru juga dirayakan, terbilang sederhana tapi tetap meriah dengan diisi pentas seni, halaman madrasah yang biasanya digunakan untuk upacara dan kegiatan olahraga, kali ini digunakan untuk mementaskan kemampuan seni siswa siswi MTs, dibawah terik matahari yang lumayan panasnya para siswa siswi tampak tetap semangat, secara bergantian mempersembahkan kemampuan seninya.
Pentas seni yang diisi dengan Lagu, komedy, puisi, dan juga drama itu membuktikan bahwa siswa siswi MTs menyimpan banyak bakat seni, tinggal diasah, dikembangkan, dan diberikan panggung untuk berprestasi.
Selamat berprestasi Siswa-Siswi MTs, Selamat hari guru bagi seluruh guru MTs, karyamu dinanti.

Minggu, 29 November 2015

Guru, Pelita Kehidupan

GURU merupakan orang yang paling berarti dalam hidup ini. Melalui guru, seseorang mampu menjadi orang yang sukses dalam bidang-bidang tertentu. Gurulah yang mengajar, membimbing, mendidik juga membina anak-anak yang sedang berproses untuk menggapai cita-cita. Tapi, mengapa harus ada guru?
Allah SWT berfirman, “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman, ‘Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!’ Mereka menjawab, ‘Maha suci Engkau, tidak ada yang Kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.’
Allah berfirman, ‘Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.’ Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman, ‘Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?’” (QS. Al-Baqarah: 31-33).
Dalam ayat tersebut menggambarkan bahwa Allah SWT memberitahukan (mengajarkan) kepada nabi Adam AS tentang nama-nama benda. Dalam hal ini, dapat kita simpulkan bahwasanya, Allah SWT di sini sebagai guru, dan Nabi Adam sebagai muridnya. Kemudian Nabi Adam memberitahukannya kembali kepada para malaikat.
Dari situ, konsep guru dapat kita katakan sebagai orang yang paling pertama mengetahui. Hingga kemudian ia memberitahukan informasi yang ia miliki kepada orang lain yang belum mengetahui. Sebab, sebelum adanya anak-anak kita, sebagai pelajar di masa sekarang ini, ada di masa dahulu orang-orang yang kini menjadi guru juga belajar pada gurunya yang terdahulu. Dan kini mereka sampaikan kembali kepada generasi masa kini.
Nah, benarlah bahwasanya guru itu penting dan tentunya harus ada. Sebab, guru merupakan orang yang memberikan informasi. Mereka adalah orang-orang yang lebih awal mengetahui informasi. Sehingga, mereka adalah orang-orang pilihan yang mau mengamalkan kembali ilmu yang dimilikinya. Lain halnya dengan profesi lain, guru memiliki keahlian khusus dalam menyampaikan ilmu pengetahuan itu, hingga orang yang akan menerima pengetahuan dapat dengan mudah memahaminya.
Dishare dari Islam Pos

Jumat, 27 November 2015

Guru, Profesi dengan Risiko Tinggi

Oleh Dr. Manpan Drajat, M.Ag., Dosen UIN SGD Bandung DPK STAI DR.KH.EZ. Muttaqien Purwakarta, Ketua STAI DR.KH.EZ.Muttaqien Purwakarta
MUNGKIN ada sebagian orang beranggapan bahwa jadi guru itu gampang, asal sedikit menguasai materi, bisa ngomong di depan anak, jadi deh guru. Pernyataan ini tidak semuanya salah, karena mungkin dahulu ketika sekolah mudah didirikan baik sekolah suasata apalagi sekolah negeri karena memang rasio jumlah penduduk dengan jumlah sekolah tidak seimbang, sementara sumber daya manusianya terbatas.
Maka siapapun yang berminat dapat dengan mudah menjadi guru. Bahkan di beberapa wilayah terpencil di Indonesia masih ditemukan lulusan SMA mengajar SMP, Lulusan SMP mengajar SD. Demikian pula pada masa sebelum ada
trend adanya sertifikasi guru, masyarakat menganggap bahwa menjadi guru tidak menjanjian masa depan yang cerah. Sebagian orang menjadikan profesi guru sebagagai pilihan profesi terakhir.
Faktanya tidak demikian, bahwa mejadi guru yang sesungguhnya adalah tidak mudah, dan penuh risiko. Saya sering katakan kepada mahasiswa saya, bahwa ketika Anda mengajar di kelas, sebenarnya Anda sedang mempertaruhkan masa depan anak-anak Anda. Jika Anda mengajar dengan baik dan benar, sama dengan Anda sedang mempersiapkan masa depan yang baik bagi anak didik Anda, begitupun sebaliknya. Jika Anda mengajar tidak baik dan tidak benar, sama dengan Anda mempersiapkan masa depan yang suram bagi anak didik Anda.
Masih ingat kisah Prof. Dr. Yohanes Surya di sebuah stasion tv suasta bercerita ketika ia dikritik temannya, ia bisa melahirkan juara-juara olimpiade karena memilih bibit-bibit dari anak-anak pintar dan sekolah-sekolah paforit. Untuk menjawab kritikan itu ia meminta ke Gubernur Papu 300 siswa yang dianggap “bodoh” di sekolah-sekolah Papua. Maka ia bawa 300 siswa dari Papua untuk belajar di sekolah yang ia kelola di Jakarta. Dari 300 anak tersebut betul-betul bukan anak yang berprestasi di sekolahnya bahkan ada yang tidak naik kelas dua sampai tiga tahun. Apa yang terjadi setelah beberapa tahun kemudian belajar dengan guru-guru di sekolah beliau, banyak dari mereka memperoleh mendali emas dalam olimpiade nasional mapun internasional.
Dari kisah di atas kita bisa menarik kesimpulan, tidak ada anak bodoh yang lahir ke bumi ini, setiap anak baik di Amerika maupun di Papua lahir dengan lebih dari 100 miliar sel otak sebagai potensi kecerdasan yang Alloh berikan kepada umat manusia. Bahasa kasarnya, apakah siswa bertemu dengan guru yang baik dan benar atau tidak dalam mengajar. Guru di sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mebangun kecerdasan anak.
Ternyata jadi guru tidak semudah yang dibayangkan, tidak cukup seorang guru hanya berbekal penguasaan materi, metode dan pendekatan pembelajaran tidak kalah penting dari materi sendiri. Seorang bijak mengatakan bahwa
aththoriqoh ahammu minal maddah
metode lebih penting dari materi itu sendiri. Seberapa banyak materi yang dikuasai jika tidak memiliki metode dan pendekatan pembelajaran yang baik tentu tidak akan bisa mencapai hasil yang optimal.
Oleh karena itulah kuliah-kuliah pendidikan sebagian besar mata kuliah diarahkan pada penguasaan metodologi. Saatnya kita merenungkan kembali apakah kita akan atau telah menjadi guru yang memberikan harapan yang cerah bagi anak-anak kita? []

Rabu, 25 November 2015

Selamat Hari Guru

Hari ini 25 Nopember 2015 adalah hari istimewa bagi para guru, suatu profesi yang sudah diakui oleh negara dengan adanya undang undang guru, profesi yang sudah lama dimuliakan oleh masyarakat dari masa saya kecil hingga sekarang walau terjadi degradasi kadar kemuliaannya terdengar berkurang pada saat ini, dulu guru disandingkan dengan pahlawan tanpa tanda jasa, sekarang gelar itu diragukan oleh beberapa orang, dari beberapa komentar masyarakat dimedia sosial dengan mudahnya kita mendapatkan cibiran mereka akan profesi guru yang tidak pantas lagi dijuluki pahlawan, dulu dan sekarang katanya beda, mereka rata rata menilainya dari sudut pandang uang, orang dianggap pantas dianggap pahlawan jika dibayar murah, maka tidak pantaslah guru sekarang dianggap pahlawan karna adanya undang undang guru itu yang salah satu isinya memastikan kesejahteraan mereka dengan tunjangan sertifikasi. Kalau itu tolak ukurnya maka sangatlah sempit cara berpikir mereka. Beberapa pihak memang menggunakan ini sebagai komoditas politik, isu mensejahterakan guru sudah langganan digunakan untuk bahan kampanye politik, mereka berlomba lomba ingin menjadi pihak yang paling berjasa dalam memperjuangkannya, ditambah lagi oleh media memberitakannya dengan porsi besar sehingga mengubah opini masyarakat akan kesejahteraan guru.
Sebagian masyarakat belum mengetahui bagaimana program pemerintah ini belumlah sepenuhnya tuntas, program yang berproses dan belum semua guru menikmati, masih banyak persoalan didalamnya termasuk sisi keadilan sesama guru, mereka tidak tahu banyak tentang profesi guru di Indonesia yang berkasta kasta tingkat kesejahteraannya, mereka tidak tahu beban pekerjaan guru begitu beratnya, maka wajar saja dihargai jasanya, walau masalah beban kerja relatif dalam mengukurnya, tergantung siapa yang merasakannya. Bersambung

Selasa, 24 November 2015

Bimtek Kurikulum 2013

Lagi, empat guru ditambah kepala madrasah MTs Negeri Tanjung Selor mengikuti Bimtek Kurikulum 2013 yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulungan, kegiatan ini direncanakan berlangsung tanggal 23 s/d 28 Nopember 2015 di Aula FKUB Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulungan, kegiatan ini adalah kelanjutan kegiatan yang sama beberapa bulan lalu yang diikuti oleh kelompok guru mata pelajaran umum pada madrasah negeri dan swasta tingkat Ibtidayah, Tsanwiyah, dan Aliyah se Kabupaten Bulungan, pada penyelenggaraan kali ini diikuti oleh kelompok guru agama.
Semoga Kegiatan ini dapat meningkatkan kompetisi guru madrasah dalam melaksanakan tugas seprofesional mungkin dan juga dapat  meningkatkan mutu pendidikan di madrasah madrasah se Kabupaten Bulungan

Senin, 23 November 2015

Upacara hari senin

Upacara senin tgl 23 nopember 2015 hari ini termasuk istimewa karena yang bertindak sebagai inspektur atau pembina upacara dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulungan, dalam amanahnya beliau memberikan motivasi kepada siswa siswi MTsN Tanjung Selor untuk selalu giat belajar, sedini mungkin sudah harus punya visi, cita cita adalah alat pemicu semangat untuk terus belajar, orang yang tidak punya cita cita pasti tdk semangat belajar karna tidak jelas manfaat dan tujuan belajarnya, selain belajar siswa harus hormat kepada orang tua karena ridhonya Allah adalah ridhonya orang tua.
Lafadz yang populer dimasyarakat adalah yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqy dalam Syu'ab Al-Iman sebagai berikut;
ﺷﻌﺐ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ - ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ‏( /6 177 ‏) ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮﻭ ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ : ﺭﺿﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺭﺿﺎ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭ ﺳﺨﻂ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺳﺨﻂ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ
Dari Abdullah bin 'Amr beliau berkata; Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ bersabda; Ridha Allah pada ridha orangtua dan murka Allah pada murka orangtua (H.R.Al-Baihaqy).
Demikian juga dengan guru, guru seyogianya dihormati bukan saja alasannya karena sebagai salah satu sumber ilmu akan tetapi perannya juga sebagai orang tua di sekolah, menutup amanahnya beliau mengingatkan siswa sebagai generasi penerus harus mempersiapkan diri dengan sebaik baiknya dengan ilmu pengetahuan dan iman taqwa kepada Allah SWT, serta mengiplementasikan 5 ikrar siswa yang setiap senin diucapkan bersama.

Senin, 16 November 2015

Masa Orientasi Anggota Baru PMR

Senin pagi yang diguyur hujan, memaksa kegiatan upacara hari senin ditunda pelaksanaannya, dibeberapa wajah siswa terlihat masih menyimpan kelelahan, sisa kantuk dan capek dari kegiatan orientasi anggota PMR yang diadakan di sabtu sore hingga ahad pagi, namun dibalik kelelahan itu ada keceriahan diantara mereka, terbukti dari topik pembicaraan pagi masih sekitar kegiatan tersebut, ada banyak cerita dan pengalaman baru pastinya, dan itulah salah satu bagian suksesnya kegiatan.
 Kegiatan tahunan yang diusahakan rutin ini adalah yang kedua kalinya, kegiatan ini bagian dari agenda Palang Merah Remaja MTs Negeri Tanjung Selor untuk mengukuhkan anggota baru, yang sudah aktif setengah semester ini atau sekitar 4 bulan. Membangunkan ekskul yang mati suri perlu ditangani oleh tenaga yang profesional, demikian yang dialami PMR MTs Negeri Tanjung Selor dua tahun yang lalu, berkat dedikasi dari Pelatih Bang Nuy (M.Zainuri) dan Ibu Sri Nurul Tilawati, Ekskul PMR di MTs Negeri Tanjung Selor mampu bangun dan bangkit, dan bisa berdiri sama tegak dengan PMR dari sekolah lain.

Kamis, 16 Januari 2014

SUJUD SAHWI, SUJUD TILAWAH DAN SUJUD SYUKUR


SUJUD SAHWI
Sahwi bermaksud lupa sesuatu. Pengertian dari segi syarak adalah terlupa sesuatu di dalam sholat. Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan sebanyak dua kali setelah selesai bacaan Tahiyat akhir dan sebelum salam; ia dikerjakan untuk menutup kecacatan dalam pelaksanaan solat kerana terlupa, dan hukumnya adalah sunat.
Doa sujud sahwi adalah seperti berikut:
[سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْ] Subhaana man-laa yanaamu walaa yashuu

Ertinya: "Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa."
Sebab-sebab sujud sahwi ada tiga: kerana kelebihan, kerana kekurangan, dan kerana ragu-ragu.
1. Sujud Sahwi Kerana Kelebihan
1. Barangsiapa terlupa di dalam solatnya lalu tertambah rukuk, atau sujud, dan sebagainya, maka dia perlu sujud sahwi.
2. Sujud Sahwi Kerana Kekurangan
1. Barangsiapa, justeru terlupa, lalu meninggalkan salah satu sunat ab'adh, maka ia harus sujud sahwi sebelum salam. Misalnya, makmum terlupa tahiyyat awal dan hanya teringat setelah sempurna qiam (berdiri tegak), maka dia tidaklah perlu duduk kembali dan cukup baginya sujud sahwi. Namun, sekiranya dia teringat sebelum separuh bangkit untuk qiam, maka bolehlah dia kembali duduk dan menyempurnakan tahiyyat awal dan tidak perlu sujud sahwi.
3. Sujud Sahwi karena Ragu-ragu
1. Keragu-raguan di dalam solat adalah kerana tidak meyakini sama ada terlebih atau terkurang, umpamanya seseorang ragu sama ada dia di dalam rakaat ketiga atau keempat. Keraguan ada dua jenis:
1. Sekiranya seseorang lebih cenderung kepada satu hal (waham, atau lebih 50% pasti), umpamanya dia lebih meyakini dia kini di dalam rakaat ketiga dan bukan rakaat keempat, maka dia harus menurutkan mengambil sikap kepada yang lebih ia yakini, kemudian dia melakukan sujud sahwi setelah salam.
2. Sekiranya seseorang itu ragu-ragu antara dua hal, dan tidak condong pada salah satunya (dzan, atau hanya 50-50 pasti), maka dia harus mengambil sikap kepada hal yang sudah pasti akan kebenarannya, iaitu jumlah rakaat yang sedikit. Kemudian menutupi kekurangan tersebut, lalu sujud sahwi sebelum salam.

Hal-hal Penting Berkenaan Dengan Sujud Sahwi
1. Apabila seseorang meninggalkan salah satu rukun solat secara tidak sengaja, dan ia belum sampai pada rukun yang sama di rakaat berikutnya, maka ia wajib kembali kepada rukun yang tertinggal itu, dan kembali meneruskan solat dari situ. Sekiranya dia sudah berada pada rukun yang tertinggal itu pada rakaat berikutnya, maka rukun yang tertinggal itu dianggap terganti dengan rukun pada rakaat berikutnya itu. Pada kedua-dua hal ini, wajib dia melakukan sujud sahwi setelah salam atau sebelumnya.
2. Apabila sujud sahwi dilakukan setelah salam, maka harus pula melakukan salam sekali lagi.
3. Apabila seseorang yang melakukan solat meninggalkan sunat ab'adh secara sengaja, maka batallah solatnya.
1. Jika ketinggalan kerana lupa, kemudian dia ingat sebelum beranjak dari sunat ab'adh tersebut, maka hendaklah dia melaksanakannya dan tidak perlu sujud sahwi.
2. Jika ia teringat setelah melewatinya tapi belum sampai kepada rukun berikutnya, maka hendaklah dia kembali melaksanakan rukun tersebut, lalu sujud sahwi selepas salam.
3. Jika ia teringat setelah sampai kepada rukun yang berikutnya, maka sunat ab'adh itu gugur, dan dia tidak perlu kembali kepadanya untuk melakukannya, akan tetapi perlu sujud sahwi sebelum salam.
4. Sekiranya seseorang itu terlupa sujud sahwi dan teringat hanya selepas memberi salam maka bolehlah ia sujud sahwi, dengan syarat ingatan itu timbul dalam masa yang tidak begitu lama.
5. Sekiranya imam terlupa sujud sahwi, makmum bolehlah sujud sahwi setelah imam memberi salam.

SUJUD TILAWAH
Sebagaimana yang telah dijelaskan bahawa sujud tilawah itu sunat juga dilakukan di luar sholat, setelah selesai menghabiskan bacaan ayat sajadah atau mendengarnya, jika hendak melakukan sujud tilawah hendaklah membaca takbir tanpa mengangkat tangan seperti ketika takbiratul ihram, apabila hendak bangun dari sujud disunatkan mengangkat kepalanya dengan bertakbir.

BACAAN ATAU ZIKIR KETIKA SUJUD TILAWAH
Adalah sunat hukumnya membaca zikir ketika di dalam sujud tilawah. Di antara zikir yang di sunatkan ialah:
sajada wajhiya lilladzi khalaqahu wasyaqqa sam'ahu wabasharahu waquwwatuhu fa tabaarakallahu ahsanul khaliqiin

Ertinya: “Telah sujud wajahku kepada (Allah,Zat) yang Menciptakannya, yang Membentuknya dan yang Membuka pendengarannya serta penglihatannya dengan daya dan kekuatanNya maka Maha berkat (serta maha tinggilah kelebihan) Allah sebaik-baik Pencipta”
Menurut Imam Al-Qalyubiy bahwa sujud tilawah atau sujud syukur itu boleh diganti dengan zikir berikut bagi orang yang tidak melakukan sujud, namun disyaratkan (dalam keadaan berwudhu) seperti ucapan:

Ertinya:“Maha suci Allah dan segala puji-pujian bagiNya, tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Allah itu Maha Besar”.
Dibaca zikir tersebut sebanyak empat kali kerana ia boleh menggantikan tempat tahiyatul masjid. (Al-Fiqhu Al-Islami Wa Adillatuhu 1136)

SUJUD SYUKUR
Sujud syukur ialah sujud untuk menyatakan terima kasih atas nikmat yang dilimpahkan Allah Subhanahu wa Ta‘ala atau atas terhindarnya seseorang dari malapetaka.

HUKUM SUJUD SYUKUR
Jumhur ulama berpendapat bahawa sujud syukur itu adalah sunat berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abdur Rahman bin Auf katanya yang maksudnya :
“Sewaktu Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menuju ke dalam bangunan-bangunan tinggi lalu memasukinya. Kemudian Baginda menghadap kiblat dan sujud, dan memanjangkan sujud Baginda. Kemudian Baginda mengangkat kepalanya seraya bersabda: “Sesungguhnya Jibril mendatangiku dan memberi khabar gembira kepadaku. Jibril berkata:“Sesungguhnya Allah mengatakan kepada engkau: “Siapa yang memberi selawat ke atas engkau Aku akan memberi selawat kepadanya dan siapa yang memberi salam kepada engkau, Aku akan memberi salam kepadanya” Lalu saya bersujud sebagai tanda syukur kepada Allah”.
(Hadis riwayat Imam Ahmad)
Dalam hadis yang lain pula yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan selainnya bahwa Baginda Shallallahu ‘alaihi wasallam jika sampai kepada Baginda sesuatu perkara yang menggembirakannya, Baginda akan melakukan sujud.(Syarah Al-Minhaj)
Di antara sujud yang dikategorikan sebagai sujud syukur ialah sujud selepas membaca ayat 25 daripada surah Shad yaitu:

Tafsirnya: “Maka Kami mengampuni kesalahannya. Sesungguhnya dia dekat dari Kami dan mempunyai tempat kembali yang baik”.

BAGAIMANA SUJUD SYUKUR DILAKSANAKAN ?
Sujud syukur dilaksanakan sama halnya seperti melakukan sujud tilawah, sujud yg dilakukan diluar sholat.
Syarat-syarat sahnya juga sama seperti syarat-syarat yang terkandung di dalam sujud tilawah yaitu suci dari hadas kecil dan besar, menutup aurat dan menghadap kiblat.
Dari segi zikir yang sunat dibaca ketika sujud syukur ini adalah sama seperti zikir-zikir yang telah dijelaskan di dalam sujud tilawah.
Begitulah cara Islam mengajarkan kita bagaimana cara mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta‘ala atau terlepas daripada bala. Di samping sunat melaksanakan sujud syukur disunatkan juga bersedekah. ( Mughni Al-Muhtaj 1/219). Menurut Al-Khawarizmi, jika ingin mengganti sujud syukur maka lakukanlah sedekah, maka itu adalah yang lebih baik.

Semoga bermanfaat, Kyai Gaul

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More